Era
globalisasi perkembangan tekhnologi informasi telah meningkat diseluruh dunia,
terutama alat-alat perang. Hasil perkembangan dapat diserap kedunia politik dan
bisnis. Para ahli ilmu menggeluti dunia ilmu
perkembangan IPTEK alat perang semata-mata digunakan untuk kepentingan
masyarakat agar dipelajari fungsi alat-alat perang. Kondisi demikian
memungkinkan hidup dalm jangka jauh lebih lama.IPTEK harus dilandasi kebaikan
karena tanpa dilandasi kebaikan sering menjadi alat yangefektif menghanjrkan
dan merusak kehidupan manusia seperti untuk peperangan yang tidak dilandasi
kebenaran, penyalahgunaan, pornografi dan lain-lain. Tekhnologi informasi bisa
kita ketahui melalui komunikasi Radio dan Radar atau penginderan dini.
Dengan
perkembangan tekhnologi saat ini komunikasi dapat juga kita ketahui melalui
internet. Beberapa perkembangan itu cukup revolusional karena penerapannya akan
mengubah banyak cara\gaya hidup orang. Menurut prediksi mouse komputer akan
hengkang 2 atau 3 tahun kedepan. Tekhnologi baru akan menggantikan mouse
komputer ini. Perkembangan tekhnologi terus menerus meningkat dengan cepat dari
waktu-kewaktu. Saat ini seluruh dunia mempersiapkan berbagai alat-alat canggih
alat-alat yang diciptakan untuk perang dan negara-negara brsaing untuk
menciptakan alat perang. Negara-negara ingin mengembangkan system ”GLONASS”
(Global Navigation Satellite System). Sistem ini sangat dibutuhkan karena
dengan pelunjuran Satelit-Satelit dapat mengembangkan dan memancarkan
sinyal-sinyal.
B. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
1. Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah:
a.Menganalisa sejauh man proses perkembangan tekhnologi
imformasi alat-alat perang dan mengetahui fungsi alat-alat tesebut.
b.Menjabarkan beberapa alat-alat yang dipakai untuk
perang.
2. Manfaat
Penulisan
Manfaat yang
diharapkan adlah sebagai berikut:
a.Meningkatkan pengetahuan tentang Tekhnologi Informasi
yang berkembang diseluruh dunia.
b.Lebih mengenal alat-alat perang yang canggih dipakai
negara-negara lain..
BAB II
PEMBAHASAN
A.Tekhnologi
dan Mesin Perang
Perkembangan tekhnologi telah menyumbang pula pada
peningkatan penggunaannya pada alat alat perang. Hal ini sebenarnya perlu
mendapat perhatian yang lebih sungguh – sungguh, dan harus bisa
dipertanggungjawabkan kepada kehidupan dan masyarakat luas. Masuknya tekhnologi
dalam peralatan – peralatan perang itu hampir tanpa filter maupun managemen
yang berarti dari masyarakat. Efektifitas kontrol (sosial – masyarakat) yang
masih lemah menyebabkan ketidakefektifan dan inefisiensi dalam mengontrol
berbagai penggunaan tekhnologi itu. Akhirnya penggunaan hasil – hasil
perkembangan tekhnologi itu sangat jauh dari kontrol masyarakat. Bahkan
berbagai hasil perkembangan tekhnologi itu terkadang seperti produk yang bisa
diperjualbelikan atau hanya berdasar perhitungan politis semata.Hasil – hasil
perkembangan sains dan tekhnologi itu bisa diserap ke dalam dunia politik (dan
bisnis) hampir tidak berbeda dengan produk yang bisa diperjualbelikan. Para aktor – aktor politik maupun orang – orang tertentu
bisa mendapatkan akses pada hasil – hasil mutakhir dari perkembangan IPTEK itu
jauh dari kontrol siapapun tak terkecuali sosial masyarakat. Tentu saja praktek
seperti di atas mempunyai resiko yang sangat besar dan suatu sistem atau mekanisme
yang sangat lemah (rapuh). Praktek seperti di atas selain mengandung celah /
kelemahan yang sangat besar juga mengandung resiko bagi masyarakat luas. Lemahnya visi sosial dan kontrol
masyarakat ; akan menyebabkan berbagai tekhnologi moderen itu digunakan hanya
dengan semata perhitungan/visi politis. Penerapan yang jauh dari visi/jiwa
sosial masyarakat dan kehidupan itu sangat sulit untuk dapat
dipertanggungjawabkan. Akhirnya praktek seperti di atas akan dengan mudah
diramalkan hasil akhirnya. Siapa saja yang mempunyai akses politik atau
kekuasaan/kekuatan politik akan dengan mudah merampok segala hasil perkembangan
IPTEK itu.
Dalam dunia politik terdapat hubungan yang saling
timbal balik antara kekuatan politik (masa) dan kekuatan riil (fisik
militeristik). Kekuatan/kekuasaan politik akan dapat menciptakan superioritas
kekuasaan. Sementara kekuatan riil juga menciptakan superioritas kekuatan dan
kekuasaan. Kadang – kadang sebuah kemenangan politik bisa tidak berarti
(lumpuh) dengan adanya kekuasaan/kekuatan militeristik (kekuatan riil). Dan
kadang – kadang pula sebuah sebuah kekuatan yang sah secara politis lumpuh oleh
kekuatan eksternal yang menguasai jaringan dan tekhnologi yang lebih baik.
Praktek segala di atas tidak mempunyai keuntungan bagi masyarakat dan bisa
mempunyai efek yang sangat membahayakan bagi masyarakat. Lemahnya kontrol
sosial dan masyarakat atau ketidak efektifan lembaga – lembaga kontrol
masyarakat, serta keterputusannya dengan masyarakat adalah celah utama yang
sudah lazim dan menjadi celahpolitik.Celah politik itu akhirnya membuka peluang
yang sangat lebar bagi orang – orang tertentu atau kelompok untuk meraih
kekuasaan politik. Keberadaan politik demikian pada hakekatnya sangat jauh dari
ideal dan kemaslahatan masyarakat. Celah yang sangat lebar itu sudah tentu
tidak mempunyai efektifitas yang berarti untuk melakukan kontrol maupun filter
demi kemaslahatan masyarakat secara luas. Hakekatnya mekanisme seperti di atas
hanyalah semata – mata mobilitas politik yang sangat lemah dan rapuh. Beberapa
aktor kemampuan intelektual atau siapa saja (kelompok) yang mempunyai kemampuan
akses sosial dan politik akan dengan mudah menggunakan berbagai celah itu demi
meraih kepentingan politisnya.
Pada situasi yang tidak begitu
eksrem aktor – aktor intelektual ini akan dapat menggunakan celah itu bahkan
menyingkirkan lawan – lawan politisnya, meski lawannya mempunyai akar riil
dalam masyarakat. Pada akhirnya sistem demikian akan sangat rapuh dan sangat
dekat dengan manipulasi. Berbagai tanda dari sistem yang lemah dan mudah
dimanipulasi itu akan dapat ditemukan dengan mudah. Salah satunya barangkali
beberapa aktor intelektual atau figur yang tidak dikenal masyarakat namun
(bisa) menduduki kekuasaan politik. Tentu berbagai di atas hanya akan dapat
dihasilkan, oleh proses tekanan intelektualitas atau faktor eksternal yang
memiliki kemampuan dan menggunakan berbagai celah/kelemahan yang ada.
Penggunaan berbagai kelemahan sistem dan kekuatan diluar mekanisme yang sah ini
kiranya tidak akan menjadi rahasia. Dengan kelemahan perangkat yang dimiliki
orang saat ini membuka celah yang sangat lebar. Dengan keadaan yang demikian
beberapa aktor intelektual atau kekuatan eksternal akan dengan mudah melakukan
manipulasi terhadap kelemahan itu dan menggunakannya untuk kepentingannya
sendiri.
Pada tulisan sebelumnya
sudah diuraikan tekhnologi dan sains harus digunakan untuk kepentingan
masyarakat luas. Tekhnologi dan sains tidak boleh lepas dari kerangka di atas;
yakni justru menjadi alat yang merusak kehidupan dan bertentangan dengan
kebaikan dan kesejahteraan masyarakat luas. Pada realitanya tekhnologi dan
sains sangat jauh dari yang dijelaskan di muka; tekhnologi justru hanya
digunakan untuk kepentingan – kepentingan tertentu dan masyarakat hanya
memperoleh sisanya.
Kelemahan perangkat (sosial – politik) yang dimiliki orang sangat rawan /
beresiko terhadap jatuhnya tekhnologi ketangan – tangan yang tidak berhak.
Keadaan itu sangat berbahaya jika dibiarkan yang mengakibatkan tekhnologi
disalahgunakan, dan akhirnya tidak memberi manfaat yang seharusnya bagi
masyarakat. Lebih dari itu tekhnologi bisa disalahgunakan menjadi alat yang
menghancurkan kehidupan masyarakat secara perlahan maupun langsung (misal dalam
peperangan). Tekhnologi juga bisa disalahgunakan hanya untuk kepentingan
tertentu yang tidak berhubungan dengan kepentingan masyarakat
Sains dan tekhnologi sebagai
bagian dari ilmu adalah tidak bebas. Para ahli
ilmu menggeluti dunia ilmu tidak semata dengan tujuan fisik-material namun demi
kemaslahatan manusia. Karenanya para ahli ilmu selalu berpesan agar hasil ilmu
yang digelutinya, agar digunakan untuk kepentingan masyarakat dan kebaikan.
Ilmu yang dihasilkan oleh para ahli ilmu yang selanjutnya dipelajari orang
tidak boleh lepas dari kerangka ahli ilmu di atas. Orang – orang yang tinggal
menerima hasil ilmu dari para ahli ilmu ini tidaklah bebas sekehendaknya,
melainkan harus mengikuti nasehat para ahli ilmu tadi. Kelupaan orang yang
tidak mengindahkan pesan para ahli ilmu di atas, berarti menyalahgunakan
kepercayaan yang diberikan kepadanya, bahkan bisa dikatakan tak ubahnya seperti
perampok, yang mengambil harta pemiliknya dan meninggalkan tuannya. Kenyataan
orang menggunakan hasil – hasil ilmu seperti mendapatkan warisan dari langit, seolah
– olah mereka sendiri yang mendapatkan hasil – hasil itu, sehingga mereka tak
menghiraukan seruan dan nasehat dari para ahli ilmu dan orang lain. Mereka
berbuat dalam masyarakat sekehendak hatinya seolah – olah mereka tidak pernah
membutuhkan siapapun, mereka mengeruk berbagai keuntungan tanpa mengindahkan
nasehat para ahli ilmu dan resikonya. Seolah – olah mereka sudah memiliki
segala sesuatu dan tidak membutuhkan peran orang lain, sikap yang demikian
inilah yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran.
Pesan para ahli ilmu ini
bukanlah mengada – ada mereka harus sungguh – sunggu mentaatinyai.
Ketidak-pedulian orang dengan nasehat para ahli ilmu ini akan melahirkan bahaya
bagi manusia sendiri . Sains dan tekhnologi akhirnya jauh dari wasiat para ahli
ilmu dan digunakan untuk kepentingan lain. Penyalahgunaan tekhnologi sudah
memberi pengalaman orang bagaimana kerusakan dan kehancurannya. . Kerusakan
alam, tragedi perang, bertebarannya kerusakan akibat penyalahgunaan tekhnologi
dan berbagai penyakit sosial – ekonomi abad moderen, adalah akibat dari
penerapan sains dan tekhnologi yang salah. (jauh dari wasiat para ahli ilmu)
Tekhnologi jauh dari ma'na filosofi dan hanya digunakan sebagai alat pemuasan
nafsu manusia.
1.Mengaplikasikan
Wireless Power dengan BantuanPerangkat
Lunak
Aplikasi wireless power apabila sudah berhasil
akan sangat membantu manusia tidak saja pada penggunaan pada industri maupun
pengguna, namun juga dalam suatu lembaga atau pemerintahan. Semisal untuk
memabantu menemukan kotak hitam pesawat yang hilang, menyelamatkan orang yang
tersesat di tengah hutan, kasus penculikan anak dan lain - lain. perangkat -
perangkat yang telah kehabisan power akan semakin sulit ditemukan atau
dihubungi oleh manusia, namun dengan adanya wireless power, maka kehilangan
power di atas akan bisa diantisipasi. Pengiriman atau pemberian power ini akan
sangat berarti sehingga alat - alat yang devisit power di atas bisa bekerja
kembali. Aplikasi dari di atas bisa dibuat perencanaan sebagai berikut;
Untuk menghidupkan kembali perangkat -perangkat
yang devisit power sedangkan perangkat tersebut tidak mungkin ditemukan, satu -
satunya cara orang harus memberinya power secara remote agar bisa bekerja
kembali. Berikut beberapa persyaratan dan peralatan yang dibutuhkan ;
1. Perangkat obyek yang akan diisi power dengan disain
khusus
2. Sekumpulan sistem pintar yang terintegrasi dalam perangkat obyek
3. Power Supply beku
4. Pentransver data yang mungkin menjangkau (bisa bantuan satelit)
5. Beberapa stasiun transmisi yang memungkinkan penguatan proses tarnsver
Semua persayaratan di atas harus bisa dipastikan dapat
bekerja baik sebagaimana perencanaan. Apadapun aplikasinya sebagai berikut;
Sebuah
perangkat obyek yang akan diisi power (mungkin devisit power) didisain khusus
sehingga memungkinkan pengiriman atau pemberian power saat - saat diperlukan.
Dalam perangkat tersebut disediakan 2 buah power (bisa lebih) dimana power yang
ke dua hanyalah sebagai cadangan dan tidak pernah digunakan. Power ke dua ini
hanya digunakan saat diperlukan sebagaimana kasus di atas. Memastikan bahwa
power cadangan ini tidak bisa digunakan saat tidak diinginkan, sehingga akan
dapat didayagunakan saat yang diinginkan. Juga memastikan bahwa power cadangan
ini tidak akan rusak sepanjang waktu itu. Dalam perangkat obyek ini disediakan
sebuah sistem yang memungkinkan diakses secara remote dan mempunyai hubungan ke
power cadangan ini. Sistem ini haruslah cukup dihidupi oleh sebuah power yang
rendah (kecil) sehingga menghemat power, penghematan power ini bisa dibayangkan
seperti saat hybernate computer atau power efisiensi mode
Jika power
utama perangkat telah habis, maka perangkat hanya dihidupkan dalam mode di atas
(efisiensi power mode). Kondisi demikian memungkinkan perangkat ini hidup dalam
jangka yang jauh lebih lama, dari jika dihidupkan biasa. Perangkat hanya
dihidupkan semata untuk sekedar kebutuhan di atas (memungkinkan pentransveran
power). Pada saat diinginkan orang bisa mengirimkan sinyal atau perintah kepada
perangkat yang setengah hidup dan mati ini, agar sistem yang terdapat dalam
perangkat memantikkan agar bisa mengakses power cadangan yang telah disediakan.
Saat yang kritis itu dimulai,
perangkat yang telah kembali hidup normal ini, kemudian harus mampu mengembalikan
dirinya ke orang. Pada saat kondisi telah normal semua bagian dari perangkat
akan dapat bekerja seperti sedia kala, ia bisa menghubungi siapa saja yang
diinginkan. Pada saat itulah perangkat menghubungi stasiun terdekat dan memberi
petunjuk orang dimana keberadaannya.
Aplikasi di atas akan memberikan arti yang besar sekali
bagi orang, karena kemungkinan kehilangan yang tidak teratasi itu dapat
dihindari. Semisal untuk menemukan black box, menemukan orang yang tersesat
dihutan, penculikan dan lain - lain. Perangkat - perangkat tersebut akan tidak
bisa bekerja karena devisit power, satu -satunya cara agar bisa kembali bekerja
hanyalah mentransver power agar dapat kembali normal. Cara ini tentu tidak
mungkin dilakukan tanpa bantuan sistem remote dan tidak berarti jika dibuat
secara otomatis.
Dengan
beberapa aplikasi di atas, akan memungkinkan perangkat tersebut dapat bekerja
normal sesuai yang diinginkan dan tepat. Aplikasi transver power di atas dapat
dikembangkan dalam bentuk lain, dimana power dapat ditransmisikan melalui
stasiun - stasium power yang bisa diolah dengan bantuan mesin pintar. Wireless
power seperti yang dibicarakan kebanyakan orang sekarang sangat sulit
diaplikasikan melainkan degan penelitian yang panjang dan dilakukan oleh banyak
ahli yang telah teruji dan mendalam. Ahli - ahli berpengetahuan mendalam
tersebut semakin sedikit jumlahnya, dan biasanya tidak mau bekerja secara
komersial semata. Mereka tidak akan mau bekerja untuk sebuah perusahaan atau
lembaga tertentu hanya berdasar kepentingan komersial dan fisik semata.
Pengembangan
oleh para ahli yang mendalam dan berwawasan filosofis tersebut barulah mungkin
dicapai seperti yang diperbincangkan orang sekarang. (mycs) MyCS mengajak orang agar mengembalikan IPTEK pada filosofi ilmu yakni
kebaikan (moral). IPTEK tanpa dilandasi kebaikan (moral) justru sering menjadi
alat yang efektif menghacurkan dan merusak kehidupan manusia. Seperti untuk
peperangan yang tidak dilandasi kebenaran, penyalahgunaan IPTEK, pornografi dan
lain - lain.
Tahukah
anda bahwa teknologi komunikasi berbasis wireless saat ini merupakan faktor
signifikan yang menentukan kemenangan dalam peperangan militer, namun tentunya
bukan hanya teknologi wireless wifi Freq 2,4GHz yang kita geluti sekarang melainkan
teknologi wireless untuk komunikasi radio dan radar atau penginderaan dini. Pada era abad 2000 ini dan era
mendatang perang bagi negara-negara maju semakin meminimalisir peranan manusia
atau tentara, mesin, elektronika, pesawat intai tanpa pilot, rudal penjelahah,
radar, radio jamming, perangkat-perangkat berikut tersebutlah yang nantinya
pegang peranan kalah menangnya pertempuran. Mundur Flash Back ya, kita ingat
perang antara negara-negara Arab melawan Israel pada tahun 1982, majunya teknologi
elektronika, diantaranya teknologi komunikasi wireless yang dimiliki dan
dikuasai Tentara Israel berbicara banyak dalam kemenangan Israel. Di Lemba
Bekaa, ratusan Tank Israel berhasil membungkam perangkat komunikasi Tank-Tank
Negara Arab sehingga hampir 3000 Tank negara-negara Arab dihancurkan oleh Tank
Israel, jadi dengan jumlah yang relatif kecil bisa membungkam jumlah yang besar
karena kecanggihan teknologi, syukurlah karena peranan Uni Soviet yang
mengancam turut infiltrasi ke medan tempur membela sekutunya negara Arab, maka
armada Arab berhasil diselamatkan. Kemudian pada perang Yom Kippur atau perang
Ramadhan di tahun 1973 kecanggihan teknologi wireless tentara Israel berbuahkan hasil, jalur komunikasi
kontrol darat terhadap pilot-pilot pesawat Suriah berhasil dikacaukan oleh
perangkat elektronik dari Boeing 707 milik Israel. Sekitar 80-an Pesawat
tempur AU Suriah terdiri dari MiG-21 Fishbed, MiG-23 Flogger, Su-22 Fitter
berhasil dirontokkan, setiap pesawat tempur Suriah yang take off atau lepas landas
ditumpas tentara Israel akibat kecanggihan Radar Israel dan kacaunya komunikasi
pesawat Suriah akibat jamming dari radio wireless Tentara Yahudi ini, waduh
80-an pesawat tempur Suriah hancur oleh tidak kurang dari 14 pesawat tempur
Israel akibat kecanggihan elektronika negara Yahudi ini.
Dalam
perang Modern ini jumlah tentara yang banyak bukan jaminan untuk memenangkan
pertempuran, kita tahu mengapa Cina yang berkekuatan 2,5 juta personel harus
berpikir panjang untuk menggempur Taiwan, Cina sadar akan kecanggihan teknologi
militer Taiwan yang notabene jauh lebih kecil jumlah personelnya, diantaranya
Radar dan Rudal Taiwan termasuk yang terhebat di dunia. Jika tentara Cina
memaksa menyeberang menuju Taiwan, mereka harus melalui Selat Taiwan sepanjang
160 km yang terkenal ganas karena bergelombang tinggi dan berangin kencang, dan
kapal-kapal perang dan pengangkut tentara Cina akan menjadi sasaran empuk Rudal
dan pesawat tempur canggih Taiwan, apalagi Amerika Serikat tidak mungkin
tinggal diam sekutunya Taiwan digempur Cina.
Pada
perang Malvinas tahun 1982 antara Inggris dan Argentina, sebanyak 134 pesawat
tempur Agentina berhasil dilumpuhkan Inggris akibat kombinasi perang
elektronik, pesawat tempur Sea Harrier, Rudal permukaan ke udara serta artileri
anti pesawat yang dimiliki Inggris.Bagaimana dengan Indonesia? Kabarnya
Angkatan Udara Indonesia (AURI) pernah mencicipi kecanggihan perang elektronika
dengan angkatan perang Amerika Serikat, yakni pada bulan Juli 2003 di atas
perairan Bawean, dua pesawat tempur AS F-18 Hornet menghadang dua pesawat
tempur TNI-AU F-16, dalam insiden tersebut kedua Hornet AS sempat akan menembak
jatuh kedua F-16 TNI-AU. dimana pesawat AS sudah berhasil melock/mengunci
target pesawat TNI tinggal menembak saja, beruntunglah F-16 berhasil menghindar
dengan melakukan manuver diantaranya manuver rocking the
wing(menggerak-gerakkan sayap) merupakan isyarat international tanda
perdamaian, dimana sebelumnya juga pesawat AS melakukan serangan Jamming namun
berhasil dicounter pesawat kita.
Penulis
juga sempat dicurhati mantan tentara TNI-AL, beliau pernah melakukan latihan
bersama dengan tentara AS, waktu itu tentara Adidaya berhasil membungkam jalur
komunikasi tentara kita dengan melakukan Jamming radio wireless komunikasi,
akibatnya unit intelijen tentara kita tidak bisa berkomunikasi dengan satuan
tempurnya, lalu sekonyong-konyong tentara AS sudah mengepung tentara
kita,............. " ya matilah kita", ujar beliau tersebut.Kalau
saya mau jujur ya, menengok konflik militer Indonesia-Malaysia kemarin di blok
Ambalat, laut Sulawesi, misal terjadi perang betulan antara Indonesia-Malaysia,
mungkin Indonesia akan kewalahan, mengingat perangkat teknologi militer
Malaysia jauh lebih baik, diantaranya dilengkapi 8 pesawat F-18 Hornet serta 18
Mig 29 Fulcrum, lalu tidak ketinggalan pelatan tempur daratnya juga tidak kalah
ketinggalan canggihnya seperti 300 tank tempur utama (T-72,
T90, dan T-80 (Rusia); Mk3M (Inggris) Leopard IA5 (Jerman), dan K1A1 (Korea
Selatan), tentunya diperkuat pula oleh sistem pertahanan Rudalnya yang kesohor
ampuh itu. Apalagi Doktrin pertahanan Malaysia semenjak tahun 1996
mulai berubah, dari TentaraDiraja
Malaysia yang berorientasi ke Counter-Guerillia dan Counter Insurgencia ke arah
pembentukan Tentara Malaysia Modern.
Disamping itu secara historis Malaysia, Singapura,
Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat tergabung dalam Pakta Pertahanan
ANZUS, dimana salah satu aturan sebuah pakta pertahanan, jika salah satu negara
terancam militer oleh negara lain maka negara-negara yang tergabung dalam Pakta
Pertahanan tersebut akan bahu-membahu membantunya, meski Malaysia tidak dibantu
tentara dari ANZUS, namun dia bisa memaanfaatkan fasilitas militer milik ANZUS,
misalnya saja Satelit Militernya AS atau pesawat AWACS, waduh kalau sudah kedua
perangkat ini kepegang Malaysia, sudah gak tahu lagi dah Rumornya saja ketika
presiden George Bush datang ke Indonesia
beberapa saat yang
lalu, perangkat seluler GSM ataupun CDMA lumpuh seluruh kota, akibat dari Jamming pesawat AWACS ini.
Namun
beruntunglah saat ini Indonesia sudah memesan empat kapal perang Canggih jenis
Corvette Sigma Class dari negeri Belanda, satu kapal sudah datang ke Indonesia
bulan Agustus 2007 kemarin, KRI Diponegoro nama kapal TNI AL yang sudah datang
ini kabarnya memiliki kapabilitas yang cukup bagus dalam menghadapi perang
elektronika di masa mendatang. Seyogyanya Indonesia harus memiliki minimal 10
kapal perang jenis ini, sebagai matra pertahanan Laut Indonesia yang luas ini,
bukannya menjual Indosat yang merupakan Aset Komunikasi terbesar ke pihak
Singapura, akibatnya fatal menjual aset berharga ini ibarat memasukkan
mata-mata asing ke Indonesia, ya siapa lagi yang jual kalo gak ulahnya para
politisi busuk dan adventurir yang doyan uang.