Kumpulan Makalah
Friday, 2026-08-28, 7:11 AM
Welcome Guest | RSS
 
Main File CatalogRegistrationLogin
Site menu
Catalog categories
My files [7]
Kesenian [1]
Our poll
Rate my site
Total of answers: 26
Main » Files » My files

Tekhnologi dan Mesin Perang
[ ] 2009-03-11, 8:45 AM

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Era globalisasi perkembangan tekhnologi informasi telah meningkat diseluruh dunia, terutama alat-alat perang. Hasil perkembangan dapat diserap kedunia politik dan bisnis. Para ahli ilmu menggeluti dunia ilmu perkembangan IPTEK alat perang semata-mata digunakan untuk kepentingan masyarakat agar dipelajari fungsi alat-alat perang. Kondisi demikian memungkinkan hidup dalm jangka jauh lebih lama.IPTEK harus dilandasi kebaikan karena tanpa dilandasi kebaikan sering menjadi alat yangefektif menghanjrkan dan merusak kehidupan manusia seperti untuk peperangan yang tidak dilandasi kebenaran, penyalahgunaan, pornografi dan lain-lain. Tekhnologi informasi bisa kita ketahui melalui komunikasi Radio dan Radar atau penginderan dini.

Dengan perkembangan tekhnologi saat ini komunikasi dapat juga kita ketahui melalui internet. Beberapa perkembangan itu cukup revolusional karena penerapannya akan mengubah banyak cara\gaya hidup orang. Menurut prediksi mouse komputer akan hengkang 2 atau 3 tahun kedepan. Tekhnologi baru akan menggantikan mouse komputer ini. Perkembangan tekhnologi terus menerus meningkat dengan cepat dari waktu-kewaktu. Saat ini seluruh dunia mempersiapkan berbagai alat-alat canggih alat-alat yang diciptakan untuk perang dan negara-negara brsaing untuk menciptakan alat perang. Negara-negara ingin mengembangkan system ”GLONASS” (Global Navigation Satellite System). Sistem ini sangat dibutuhkan karena dengan pelunjuran Satelit-Satelit dapat mengembangkan dan memancarkan sinyal-sinyal.

 

B. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN

1. Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

a.       Menganalisa sejauh man proses perkembangan tekhnologi imformasi alat-alat perang dan mengetahui fungsi alat-alat tesebut.

b.      Menjabarkan beberapa alat-alat yang dipakai untuk perang.

2. Manfaat Penulisan

Manfaat yang diharapkan adlah sebagai berikut:

a.       Meningkatkan pengetahuan tentang Tekhnologi Informasi yang berkembang diseluruh dunia.

b.      Lebih mengenal alat-alat perang yang canggih dipakai negara-negara lain..

BAB II

PEMBAHASAN

A.Tekhnologi dan Mesin Perang

Perkembangan tekhnologi telah menyumbang pula pada peningkatan penggunaannya pada alat alat perang. Hal ini sebenarnya perlu mendapat perhatian yang lebih sungguh – sungguh, dan harus bisa dipertanggungjawabkan kepada kehidupan dan masyarakat luas. Masuknya tekhnologi dalam peralatan – peralatan perang itu hampir tanpa filter maupun managemen yang berarti dari masyarakat. Efektifitas kontrol (sosial – masyarakat) yang masih lemah menyebabkan ketidakefektifan dan inefisiensi dalam mengontrol berbagai penggunaan tekhnologi itu. Akhirnya penggunaan hasil – hasil perkembangan tekhnologi itu sangat jauh dari kontrol masyarakat. Bahkan berbagai hasil perkembangan tekhnologi itu terkadang seperti produk yang bisa diperjualbelikan atau hanya berdasar perhitungan politis semata.Hasil – hasil perkembangan sains dan tekhnologi itu bisa diserap ke dalam dunia politik (dan bisnis) hampir tidak berbeda dengan produk yang bisa diperjualbelikan. Para aktor – aktor politik maupun orang – orang tertentu bisa mendapatkan akses pada hasil – hasil mutakhir dari perkembangan IPTEK itu jauh dari kontrol siapapun tak terkecuali sosial masyarakat. Tentu saja praktek seperti di atas mempunyai resiko yang sangat besar dan suatu sistem atau mekanisme yang sangat lemah (rapuh). Praktek seperti di atas selain mengandung celah / kelemahan yang sangat besar juga mengandung resiko bagi masyarakat luas.            Lemahnya visi sosial dan kontrol masyarakat ; akan menyebabkan berbagai tekhnologi moderen itu digunakan hanya dengan semata perhitungan/visi politis. Penerapan yang jauh dari visi/jiwa sosial masyarakat dan kehidupan itu sangat sulit untuk dapat dipertanggungjawabkan. Akhirnya praktek seperti di atas akan dengan mudah diramalkan hasil akhirnya. Siapa saja yang mempunyai akses politik atau kekuasaan/kekuatan politik akan dengan mudah merampok segala hasil perkembangan IPTEK itu.

Dalam dunia politik terdapat hubungan yang saling timbal balik antara kekuatan politik (masa) dan kekuatan riil (fisik militeristik). Kekuatan/kekuasaan politik akan dapat menciptakan superioritas kekuasaan. Sementara kekuatan riil juga menciptakan superioritas kekuatan dan kekuasaan. Kadang – kadang sebuah kemenangan politik bisa tidak berarti (lumpuh) dengan adanya kekuasaan/kekuatan militeristik (kekuatan riil). Dan kadang – kadang pula sebuah sebuah kekuatan yang sah secara politis lumpuh oleh kekuatan eksternal yang menguasai jaringan dan tekhnologi yang lebih baik. Praktek segala di atas tidak mempunyai keuntungan bagi masyarakat dan bisa mempunyai efek yang sangat membahayakan bagi masyarakat. Lemahnya kontrol sosial dan masyarakat atau ketidak efektifan lembaga – lembaga kontrol masyarakat, serta keterputusannya dengan masyarakat adalah celah utama yang sudah lazim dan menjadi celahpolitik.Celah politik itu akhirnya membuka peluang yang sangat lebar bagi orang – orang tertentu atau kelompok untuk meraih kekuasaan politik. Keberadaan politik demikian pada hakekatnya sangat jauh dari ideal dan kemaslahatan masyarakat. Celah yang sangat lebar itu sudah tentu tidak mempunyai efektifitas yang berarti untuk melakukan kontrol maupun filter demi kemaslahatan masyarakat secara luas. Hakekatnya mekanisme seperti di atas hanyalah semata – mata mobilitas politik yang sangat lemah dan rapuh. Beberapa aktor kemampuan intelektual atau siapa saja (kelompok) yang mempunyai kemampuan akses sosial dan politik akan dengan mudah menggunakan berbagai celah itu demi meraih kepentingan politisnya.

            Pada situasi yang tidak begitu eksrem aktor – aktor intelektual ini akan dapat menggunakan celah itu bahkan menyingkirkan lawan – lawan politisnya, meski lawannya mempunyai akar riil dalam masyarakat. Pada akhirnya sistem demikian akan sangat rapuh dan sangat dekat dengan manipulasi. Berbagai tanda dari sistem yang lemah dan mudah dimanipulasi itu akan dapat ditemukan dengan mudah. Salah satunya barangkali beberapa aktor intelektual atau figur yang tidak dikenal masyarakat namun (bisa) menduduki kekuasaan politik. Tentu berbagai di atas hanya akan dapat dihasilkan, oleh proses tekanan intelektualitas atau faktor eksternal yang memiliki kemampuan dan menggunakan berbagai celah/kelemahan yang ada.
Penggunaan berbagai kelemahan sistem dan kekuatan diluar mekanisme yang sah ini kiranya tidak akan menjadi rahasia. Dengan kelemahan perangkat yang dimiliki orang saat ini membuka celah yang sangat lebar. Dengan keadaan yang demikian beberapa aktor intelektual atau kekuatan eksternal akan dengan mudah melakukan manipulasi terhadap kelemahan itu dan menggunakannya untuk kepentingannya sendiri.

Pada tulisan sebelumnya sudah diuraikan tekhnologi dan sains harus digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Tekhnologi dan sains tidak boleh lepas dari kerangka di atas; yakni justru menjadi alat yang merusak kehidupan dan bertentangan dengan kebaikan dan kesejahteraan masyarakat luas. Pada realitanya tekhnologi dan sains sangat jauh dari yang dijelaskan di muka; tekhnologi justru hanya digunakan untuk kepentingan – kepentingan tertentu dan masyarakat hanya memperoleh sisanya.
Kelemahan perangkat (sosial – politik) yang dimiliki orang sangat rawan / beresiko terhadap jatuhnya tekhnologi ketangan – tangan yang tidak berhak. Keadaan itu sangat berbahaya jika dibiarkan yang mengakibatkan tekhnologi disalahgunakan, dan akhirnya tidak memberi manfaat yang seharusnya bagi masyarakat. Lebih dari itu tekhnologi bisa disalahgunakan menjadi alat yang menghancurkan kehidupan masyarakat secara perlahan maupun langsung (misal dalam peperangan). Tekhnologi juga bisa disalahgunakan hanya untuk kepentingan tertentu yang tidak berhubungan dengan kepentingan masyarakat

Sains dan tekhnologi sebagai bagian dari ilmu adalah tidak bebas. Para ahli ilmu menggeluti dunia ilmu tidak semata dengan tujuan fisik-material namun demi kemaslahatan manusia. Karenanya para ahli ilmu selalu berpesan agar hasil ilmu yang digelutinya, agar digunakan untuk kepentingan masyarakat dan kebaikan. Ilmu yang dihasilkan oleh para ahli ilmu yang selanjutnya dipelajari orang tidak boleh lepas dari kerangka ahli ilmu di atas. Orang – orang yang tinggal menerima hasil ilmu dari para ahli ilmu ini tidaklah bebas sekehendaknya, melainkan harus mengikuti nasehat para ahli ilmu tadi. Kelupaan orang yang tidak mengindahkan pesan para ahli ilmu di atas, berarti menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya, bahkan bisa dikatakan tak ubahnya seperti perampok, yang mengambil harta pemiliknya dan meninggalkan tuannya. Kenyataan orang menggunakan hasil – hasil ilmu seperti mendapatkan warisan dari langit, seolah – olah mereka sendiri yang mendapatkan hasil – hasil itu, sehingga mereka tak menghiraukan seruan dan nasehat dari para ahli ilmu dan orang lain. Mereka berbuat dalam masyarakat sekehendak hatinya seolah – olah mereka tidak pernah membutuhkan siapapun, mereka mengeruk berbagai keuntungan tanpa mengindahkan nasehat para ahli ilmu dan resikonya. Seolah – olah mereka sudah memiliki segala sesuatu dan tidak membutuhkan peran orang lain, sikap yang demikian inilah yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran.

Pesan para ahli ilmu ini bukanlah mengada – ada mereka harus sungguh – sunggu mentaatinyai. Ketidak-pedulian orang dengan nasehat para ahli ilmu ini akan melahirkan bahaya bagi manusia sendiri . Sains dan tekhnologi akhirnya jauh dari wasiat para ahli ilmu dan digunakan untuk kepentingan lain. Penyalahgunaan tekhnologi sudah memberi pengalaman orang bagaimana kerusakan dan kehancurannya. . Kerusakan alam, tragedi perang, bertebarannya kerusakan akibat penyalahgunaan tekhnologi dan berbagai penyakit sosial – ekonomi abad moderen, adalah akibat dari penerapan sains dan tekhnologi yang salah. (jauh dari wasiat para ahli ilmu) Tekhnologi jauh dari ma'na filosofi dan hanya digunakan sebagai alat pemuasan nafsu manusia.

1.            Mengaplikasikan Wireless Power dengan Bantuan   Perangkat Lunak

Aplikasi wireless power apabila sudah berhasil akan sangat membantu manusia tidak saja pada penggunaan pada industri maupun pengguna, namun juga dalam suatu lembaga atau pemerintahan. Semisal untuk memabantu menemukan kotak hitam pesawat yang hilang, menyelamatkan orang yang tersesat di tengah hutan, kasus penculikan anak dan lain - lain. perangkat - perangkat yang telah kehabisan power akan semakin sulit ditemukan atau dihubungi oleh manusia, namun dengan adanya wireless power, maka kehilangan power di atas akan bisa diantisipasi. Pengiriman atau pemberian power ini akan sangat berarti sehingga alat - alat yang devisit power di atas bisa bekerja kembali. Aplikasi dari di atas bisa dibuat perencanaan sebagai berikut;

Untuk menghidupkan kembali perangkat -perangkat yang devisit power sedangkan perangkat tersebut tidak mungkin ditemukan, satu - satunya cara orang harus memberinya power secara remote agar bisa bekerja kembali. Berikut beberapa persyaratan dan peralatan yang dibutuhkan ;

 

1. Perangkat obyek yang akan diisi power dengan disain khusus
2. Sekumpulan sistem pintar yang terintegrasi dalam perangkat obyek
3. Power Supply beku
4. Pentransver data yang mungkin menjangkau (bisa bantuan satelit)
5. Beberapa stasiun transmisi yang memungkinkan penguatan proses tarnsver

 

Semua persayaratan di atas harus bisa dipastikan dapat bekerja baik sebagaimana perencanaan. Apadapun aplikasinya sebagai berikut;

           Sebuah perangkat obyek yang akan diisi power (mungkin devisit power) didisain khusus sehingga memungkinkan pengiriman atau pemberian power saat - saat diperlukan. Dalam perangkat tersebut disediakan 2 buah power (bisa lebih) dimana power yang ke dua hanyalah sebagai cadangan dan tidak pernah digunakan. Power ke dua ini hanya digunakan saat diperlukan sebagaimana kasus di atas. Memastikan bahwa power cadangan ini tidak bisa digunakan saat tidak diinginkan, sehingga akan dapat didayagunakan saat yang diinginkan. Juga memastikan bahwa power cadangan ini tidak akan rusak sepanjang waktu itu. Dalam perangkat obyek ini disediakan sebuah sistem yang memungkinkan diakses secara remote dan mempunyai hubungan ke power cadangan ini. Sistem ini haruslah cukup dihidupi oleh sebuah power yang rendah (kecil) sehingga menghemat power, penghematan power ini bisa dibayangkan seperti saat hybernate computer atau power efisiensi mode

           Jika power utama perangkat telah habis, maka perangkat hanya dihidupkan dalam mode di atas (efisiensi power mode). Kondisi demikian memungkinkan perangkat ini hidup dalam jangka yang jauh lebih lama, dari jika dihidupkan biasa. Perangkat hanya dihidupkan semata untuk sekedar kebutuhan di atas (memungkinkan pentransveran power). Pada saat diinginkan orang bisa mengirimkan sinyal atau perintah kepada perangkat yang setengah hidup dan mati ini, agar sistem yang terdapat dalam perangkat memantikkan agar bisa mengakses power cadangan yang telah disediakan.
           Saat yang kritis itu dimulai, perangkat yang telah kembali hidup normal ini, kemudian harus mampu mengembalikan dirinya ke orang. Pada saat kondisi telah normal semua bagian dari perangkat akan dapat bekerja seperti sedia kala, ia bisa menghubungi siapa saja yang diinginkan. Pada saat itulah perangkat menghubungi stasiun terdekat dan memberi petunjuk orang dimana keberadaannya.

Aplikasi di atas akan memberikan arti yang besar sekali bagi orang, karena kemungkinan kehilangan yang tidak teratasi itu dapat dihindari. Semisal untuk menemukan black box, menemukan orang yang tersesat dihutan, penculikan dan lain - lain. Perangkat - perangkat tersebut akan tidak bisa bekerja karena devisit power, satu -satunya cara agar bisa kembali bekerja hanyalah mentransver power agar dapat kembali normal. Cara ini tentu tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan sistem remote dan tidak berarti jika dibuat secara otomatis.

          Dengan beberapa aplikasi di atas, akan memungkinkan perangkat tersebut dapat bekerja normal sesuai yang diinginkan dan tepat. Aplikasi transver power di atas dapat dikembangkan dalam bentuk lain, dimana power dapat ditransmisikan melalui stasiun - stasium power yang bisa diolah dengan bantuan mesin pintar. Wireless power seperti yang dibicarakan kebanyakan orang sekarang sangat sulit diaplikasikan melainkan degan penelitian yang panjang dan dilakukan oleh banyak ahli yang telah teruji dan mendalam. Ahli - ahli berpengetahuan mendalam tersebut semakin sedikit jumlahnya, dan biasanya tidak mau bekerja secara komersial semata. Mereka tidak akan mau bekerja untuk sebuah perusahaan atau lembaga tertentu hanya berdasar kepentingan komersial dan fisik semata.

         Pengembangan oleh para ahli yang mendalam dan berwawasan filosofis tersebut barulah mungkin dicapai seperti yang diperbincangkan orang sekarang. (mycs)
MyCS mengajak orang agar mengembalikan IPTEK pada filosofi ilmu yakni kebaikan (moral). IPTEK tanpa dilandasi kebaikan (moral) justru sering menjadi alat yang efektif menghacurkan dan merusak kehidupan manusia. Seperti untuk peperangan yang tidak dilandasi kebenaran, penyalahgunaan IPTEK, pornografi dan lain - lain.

     Tahukah anda bahwa teknologi komunikasi berbasis wireless saat ini merupakan faktor signifikan yang menentukan kemenangan dalam peperangan militer, namun tentunya bukan hanya teknologi wireless wifi Freq 2,4GHz yang kita geluti sekarang melainkan teknologi wireless untuk komunikasi radio dan radar atau penginderaan dini.
       Pada era abad 2000 ini dan era mendatang perang bagi negara-negara maju semakin meminimalisir peranan manusia atau tentara, mesin, elektronika, pesawat intai tanpa pilot, rudal penjelahah, radar, radio jamming, perangkat-perangkat berikut tersebutlah yang nantinya pegang peranan kalah menangnya pertempuran. Mundur Flash Back ya, kita ingat perang antara negara-negara Arab melawan Israel pada tahun 1982, majunya teknologi elektronika, diantaranya teknologi komunikasi wireless yang dimiliki dan dikuasai Tentara Israel berbicara banyak dalam kemenangan Israel. Di Lemba Bekaa, ratusan Tank Israel berhasil membungkam perangkat komunikasi Tank-Tank Negara Arab sehingga hampir 3000 Tank negara-negara Arab dihancurkan oleh Tank Israel, jadi dengan jumlah yang relatif kecil bisa membungkam jumlah yang besar karena kecanggihan teknologi, syukurlah karena peranan Uni Soviet yang mengancam turut infiltrasi ke medan tempur membela sekutunya negara Arab, maka armada Arab berhasil diselamatkan. Kemudian pada perang Yom Kippur atau perang Ramadhan di tahun 1973 kecanggihan teknologi wireless tentara Israel berbuahkan hasil, jalur komunikasi kontrol darat terhadap pilot-pilot pesawat Suriah berhasil dikacaukan oleh perangkat elektronik dari Boeing 707 milik Israel. Sekitar 80-an Pesawat tempur AU Suriah terdiri dari MiG-21 Fishbed, MiG-23 Flogger, Su-22 Fitter berhasil dirontokkan, setiap pesawat tempur Suriah yang take off atau lepas landas ditumpas tentara Israel akibat kecanggihan Radar Israel dan kacaunya komunikasi pesawat Suriah akibat jamming dari radio wireless Tentara Yahudi ini, waduh 80-an pesawat tempur Suriah hancur oleh tidak kurang dari 14 pesawat tempur Israel akibat kecanggihan elektronika negara Yahudi ini.

          Dalam perang Modern ini jumlah tentara yang banyak bukan jaminan untuk memenangkan pertempuran, kita tahu mengapa Cina yang berkekuatan 2,5 juta personel harus berpikir panjang untuk menggempur Taiwan, Cina sadar akan kecanggihan teknologi militer Taiwan yang notabene jauh lebih kecil jumlah personelnya, diantaranya Radar dan Rudal Taiwan termasuk yang terhebat di dunia. Jika tentara Cina memaksa menyeberang menuju Taiwan, mereka harus melalui Selat Taiwan sepanjang 160 km yang terkenal ganas karena bergelombang tinggi dan berangin kencang, dan kapal-kapal perang dan pengangkut tentara Cina akan menjadi sasaran empuk Rudal dan pesawat tempur canggih Taiwan, apalagi Amerika Serikat tidak mungkin tinggal diam sekutunya Taiwan digempur Cina.

           Pada perang Malvinas tahun 1982 antara Inggris dan Argentina, sebanyak 134 pesawat tempur Agentina berhasil dilumpuhkan Inggris akibat kombinasi perang elektronik, pesawat tempur Sea Harrier, Rudal permukaan ke udara serta artileri anti pesawat yang dimiliki Inggris.Bagaimana dengan Indonesia? Kabarnya Angkatan Udara Indonesia (AURI) pernah mencicipi kecanggihan perang elektronika dengan angkatan perang Amerika Serikat, yakni pada bulan Juli 2003 di atas perairan Bawean, dua pesawat tempur AS F-18 Hornet menghadang dua pesawat tempur TNI-AU F-16, dalam insiden tersebut kedua Hornet AS sempat akan menembak jatuh kedua F-16 TNI-AU. dimana pesawat AS sudah berhasil melock/mengunci target pesawat TNI tinggal menembak saja, beruntunglah F-16 berhasil menghindar dengan melakukan manuver diantaranya manuver rocking the wing(menggerak-gerakkan sayap) merupakan isyarat international tanda perdamaian, dimana sebelumnya juga pesawat AS melakukan serangan Jamming namun berhasil dicounter pesawat kita.

           Penulis juga sempat dicurhati mantan tentara TNI-AL, beliau pernah melakukan latihan bersama dengan tentara AS, waktu itu tentara Adidaya berhasil membungkam jalur komunikasi tentara kita dengan melakukan Jamming radio wireless komunikasi, akibatnya unit intelijen tentara kita tidak bisa berkomunikasi dengan satuan tempurnya, lalu sekonyong-konyong tentara AS sudah mengepung tentara kita,............. " ya matilah kita", ujar beliau tersebut.Kalau saya mau jujur ya, menengok konflik militer Indonesia-Malaysia kemarin di blok Ambalat, laut Sulawesi, misal terjadi perang betulan antara Indonesia-Malaysia, mungkin Indonesia akan kewalahan, mengingat perangkat teknologi militer Malaysia jauh lebih baik, diantaranya dilengkapi 8 pesawat F-18 Hornet serta 18 Mig 29 Fulcrum, lalu tidak ketinggalan pelatan tempur daratnya juga tidak kalah ketinggalan canggihnya seperti 300 tank tempur utama (T-72, T90, dan T-80 (Rusia); Mk3M (Inggris) Leopard IA5 (Jerman), dan K1A1 (Korea Selatan), tentunya diperkuat pula oleh sistem pertahanan Rudalnya yang kesohor ampuh itu.
Apalagi Doktrin pertahanan Malaysia semenjak tahun 1996 mulai berubah, dari Tentara  Diraja Malaysia yang berorientasi ke Counter-Guerillia dan Counter Insurgencia ke arah pembentukan Tentara Malaysia Modern.

           Disamping itu secara historis Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat tergabung dalam Pakta Pertahanan ANZUS, dimana salah satu aturan sebuah pakta pertahanan, jika salah satu negara terancam militer oleh negara lain maka negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan tersebut akan bahu-membahu membantunya, meski Malaysia tidak dibantu tentara dari ANZUS, namun dia bisa memaanfaatkan fasilitas militer milik ANZUS, misalnya saja Satelit Militernya AS atau pesawat AWACS, waduh kalau sudah kedua perangkat ini kepegang Malaysia, sudah gak tahu lagi dah Rumornya saja ketika presiden George Bush datang ke Indonesia

 beberapa saat yang lalu, perangkat seluler GSM ataupun CDMA lumpuh seluruh kota, akibat dari Jamming pesawat AWACS ini.

              Namun beruntunglah saat ini Indonesia sudah memesan empat kapal perang Canggih jenis Corvette Sigma Class dari negeri Belanda, satu kapal sudah datang ke Indonesia bulan Agustus 2007 kemarin, KRI Diponegoro nama kapal TNI AL yang sudah datang ini kabarnya memiliki kapabilitas yang cukup bagus dalam menghadapi perang elektronika di masa mendatang. Seyogyanya Indonesia harus memiliki minimal 10 kapal perang jenis ini, sebagai matra pertahanan Laut Indonesia yang luas ini, bukannya menjual Indosat yang merupakan Aset Komunikasi terbesar ke pihak Singapura, akibatnya fatal menjual aset berharga ini ibarat memasukkan mata-mata asing ke Indonesia, ya siapa lagi yang jual kalo gak ulahnya para politisi busuk dan adventurir yang doyan uang.

 



Category: My files | Added by: makalah
Views: 915 | Downloads: 0 | Rating: 0.0/0 |
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form
Search
Site friends
Copyright MyCorp © 2026
Make a free website with uCoz